Pernah itu dulu,
dan sekarang sudah tidak berlaku.
Halo, postingan
kali ini saya akan mengupas lebih dalam lagi kata-kata yang menjadi judul
diatas itu lebih tajam lagi setajam silet *ala Feni Mawar (baca: Rose)*
Gini ceritanya
*Jeng jeng*
Yah, kata-kata itu
pernah kubaca dalam suatu tulisan, entahlah aku lupa dimana aku membacanya.
Tapi, satu hal yang terpenting adalah kata-kata itu sangat melekat dalam
benakku. Dan kali ini akan kukembangkan lagi menurut ide dan cara pandang ala
Intan Krusita Wati #Uhuk.
Hi, kamu! iyaaa,
kamuuu *ala Dodit stand up comedy season 4* #SalahGaul, abaikan.
Hmm, setelah aku
membaca tulisan seperti itu aku jadi ingat kamu. Seseorang yang pernah tanpa
sengaja masuk dalam duniaku, mengisi kekosongannya dan akhirnya pergi dan
mengembalikannya ke keadaan semula. Seperti itu. Sendiri. Kosong. Hampa.
Aku baru paham,
makna sebenarnya. Yah, tulisan itu benar. Kamu adalah contoh konkritnya. Kamu
PERNAH menjadi kepingan episode dalam cerita hidupku. Pernah, yang berarti
sekarang sudah tidak lagi. Aku tahu akan hal itu, tapi entah mengapa aku tidak
memahaminya selama ini. Sampai sekarang, sampai aku menemukan kata-kata itu dan
teringat lagi padamu.
Aku PERNAH
mencintaimu. Pernah? Apakah sekarang sudah tidak lagi? Entahlah, aku juga tidak
tahu. Rasa itu terlanjur tenggelam bersama puing masa lalu, bersamamu *asik kan
bahasanya? Keren gitu yaa* Aku PERNAH menjadi temanmu, menjadi bagian dari
hidupmu, dan menjadi serpihan kisah perjalanan panjang hidupmu *kurang dramatis
apalagi saya ini?* Hahaha.
Kau pernah masuk
dalam duniaku, dunia yang tak banyak orang tau. Kau masuk memahaminya dan
menorehkan kisah yang indah. Kau, satu-satunya orang yang melihat kesendirianku
dalam gelap, dalam senja kala itu.
Tapi mengapa kau
seolah menjadikan semua itu seperti kau hanya tinggal sementara. Tinggal? Oh,
aku salah. Bahkan kau tak pernah benar-benar tinggal. Kau hanya makhluk yang
dikirimkan Tuhan sebagai penghibur dan warna dihidupku yang abu-abu. Hanya seperti
itu. Dan setelah kau tahu bahwa hidupku baik-baik saja, kau lantas pergi,
mencari hati lain yang buram lantas kau mengubahnya sepertiku. Seperti itu saja
sesuatu yang kutahu darimu.
Saat ini semua sudah
tidak berlaku, kau akan tetap menjadi orang yang pernah ada, bukan orang yang
tinggal. Aku tak pernah menyesal pernah mengenalmu, masuk dalam duniamu dan
melewatkan beberapa ribu detik waktuku untuk bersamamu.
Aku hanya berharap
dapat kembali bertemu denganmu, bukan hanya pernah, tapi tinggal. Yah, tinggal
dihatimu lebih lama lagi.
Terima kasih,
Orang yang PERNAH
mengenalmu :’)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar