Nemo Wagging Tail Kisah Kusut Mahasiswa Acakadut: Sesi Curhat: 'Pernah'

Minggu, 21 September 2014

Sesi Curhat: 'Pernah'


Pernah itu dulu, dan sekarang sudah tidak berlaku.

Halo, postingan kali ini saya akan mengupas lebih dalam lagi kata-kata yang menjadi judul diatas itu lebih tajam lagi setajam silet *ala Feni Mawar (baca: Rose)*

Gini ceritanya *Jeng jeng*

Yah, kata-kata itu pernah kubaca dalam suatu tulisan, entahlah aku lupa dimana aku membacanya. Tapi, satu hal yang terpenting adalah kata-kata itu sangat melekat dalam benakku. Dan kali ini akan kukembangkan lagi menurut ide dan cara pandang ala Intan Krusita Wati #Uhuk.

Hi, kamu! iyaaa, kamuuu *ala Dodit stand up comedy season 4* #SalahGaul, abaikan.

Hmm, setelah aku membaca tulisan seperti itu aku jadi ingat kamu. Seseorang yang pernah tanpa sengaja masuk dalam duniaku, mengisi kekosongannya dan akhirnya pergi dan mengembalikannya ke keadaan semula. Seperti itu. Sendiri. Kosong. Hampa.

Aku baru paham, makna sebenarnya. Yah, tulisan itu benar. Kamu adalah contoh konkritnya. Kamu PERNAH menjadi kepingan episode dalam cerita hidupku. Pernah, yang berarti sekarang sudah tidak lagi. Aku tahu akan hal itu, tapi entah mengapa aku tidak memahaminya selama ini. Sampai sekarang, sampai aku menemukan kata-kata itu dan teringat lagi padamu.

Aku PERNAH mencintaimu. Pernah? Apakah sekarang sudah tidak lagi? Entahlah, aku juga tidak tahu. Rasa itu terlanjur tenggelam bersama puing masa lalu, bersamamu *asik kan bahasanya? Keren gitu yaa* Aku PERNAH menjadi temanmu, menjadi bagian dari hidupmu, dan menjadi serpihan kisah perjalanan panjang hidupmu *kurang dramatis apalagi saya ini?* Hahaha.

Kau pernah masuk dalam duniaku, dunia yang tak banyak orang tau. Kau masuk memahaminya dan menorehkan kisah yang indah. Kau, satu-satunya orang yang melihat kesendirianku dalam gelap, dalam senja kala itu.

Tapi mengapa kau seolah menjadikan semua itu seperti kau hanya tinggal sementara. Tinggal? Oh, aku salah. Bahkan kau tak pernah benar-benar tinggal. Kau hanya makhluk yang dikirimkan Tuhan sebagai penghibur dan warna dihidupku yang abu-abu. Hanya seperti itu. Dan setelah kau tahu bahwa hidupku baik-baik saja, kau lantas pergi, mencari hati lain yang buram lantas kau mengubahnya sepertiku. Seperti itu saja sesuatu yang kutahu darimu.

Saat ini semua sudah tidak berlaku, kau akan tetap menjadi orang yang pernah ada, bukan orang yang tinggal. Aku tak pernah menyesal pernah mengenalmu, masuk dalam duniamu dan melewatkan beberapa ribu detik waktuku untuk bersamamu.

Aku hanya berharap dapat kembali bertemu denganmu, bukan hanya pernah, tapi tinggal. Yah, tinggal dihatimu lebih lama lagi.


Terima kasih,
Orang yang PERNAH mengenalmu :’)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar