Nemo Wagging Tail Kisah Kusut Mahasiswa Acakadut

Selasa, 14 Oktober 2014

Mendaratnya Paket Lenovo A316i


Assalamu’alaikum wr.wb

Ehem-ehem. *goyang-goyang ala tarian sufi di depan pintu rumah*

Saya mau curhat (lagi). Soalnya saya lagi seneng pakek banget.

Beberapa bulan yang lalu, saya dapat kiriman dari salah satu perusahaan pengirimiman, sebut saja namanya JNE. Hihi. Sebuah paket mendarat dengan mulus di depan rumah, si tukang antar berdalih kalau paket itu datang dari salah satu toko penjual hape, ini namanya --> globalteleshop.

Saya memang pernah iseng ikutan kuis di twitter dan menang. Benar saja, special day itu muncul juga, kiriman hadiah smartphone lenovo mendarat dari tangan tukang paket dengan mulusnya.

*flashback*
Beberapa minggu sebelum lebaran tiba, saya iseng buka twitter. Biasa, hanya untuk berkicau nggak jelas, naik-turunin temlen, sampai stalking temlen mantan. *eeeeh* Usut punya usut sih, saya jenuh soalnya waktu itu saya lagi fokus ngerjain tulisan yang nggak kelar-kelar, padahal tanggal matinya sebentar  lagi. Ya udah, saya buka twitter bermaksud untuk mencari giveaway di blog-blog para penulis keceh. Yah, siapa tahu aja dapat novel buat referensi belajar nulis, gitu. Dan hasilnya? Tentu saja nihil, akhirnya saya otak-atik timeline twitter berharap ada kuis dari penerbit-penerbit baik hati yang memberi saya novel gratis. Waktu itu memang jenuh, ambisi pengen dapat novel gratis, tapi nggak mau beli -_____-

Saya pasrah, namun tiba-tiba keajaiban muncul *semriwiiiing, semriwiiing, semriwiiiing*

Saya membaca salah satu tweet yang di-retweet oleh followers saya.  Tentang sebuah hadiah THR yang diberikan lewat kuis di twitter gitu, iseng-iseng saya coba, persyaratannya cukup mudah hanya disuruh membuat testi. Merasa bisa, saya pun coba-coba. Tapi nggak berharap menang sama sekali, bukannya saya sok cuek, atau ndak butuh hape, saya trauma aja, berkali-kali saya ikutan kuis kek begini dan nggak pernah satu pun gadget keren nyantol pada username saya.

Setelah itu saya cuekin deh, bahkan saya lupa tanggal pengumumannya.

Suatu malam sepulang saya bepergian dari rumah saudara pasca lebaran, saya nggak bisa tidur gegara takut hantu *apaan -_-* yasudah, saya mondar-mandir ngelilingin rumah. Ruang tamu - ruang keluarga – kamar -kamar mandi – dapur - kamar mandi – kamar - ruang keluarga – ruang tamu. Begitu terus-terusan. Sampai akhirnya saya menemukan hape embak tergeletak tak berdaya saat di charge. Saya iseng aja buka-buka twitter (lagi) mumpung ada internet gratis. Eeeeeh, pas saya buka tanda “@” udah banyak orang yang tak saya kenal-kenal itu ngucapin “selamat”, ada juga yang kecewa, dan beberapa orang me-retweet tweet pengumuman yang menyebut username saya. Saya heran, apaan nih. Kok banyak tweet ngawur di notifikasi saya? saya turunin ke bawah dan ternyata.... jeng-jeng..... ini penampakannya.

Pengumuman tanggal 29 Juli, sementara Ulang tahun saya 1 Agustus. Inikah.... *ah sudahlah* haha
 
Tangan saya gemetar kek kesetrum, untung rambut saya nggak berdiri  lancip-lancip kek duri durian. Mata saya melotot sekali lagi, ternyata benar itu nama saya. Saya semakin senang dan semakin NGGAK bisa tidur. Alamat!
                                                               
                                                          ***
Satu minggu pasca pengumuman tak ada kabar dari si pembuat kuis. Saya mulai pupus harapan, mungkin hanya surprise di siang bolong. Macam PHP gitu lah. Saya pasrah. Lalu, hari berikutnya ada kabar. Saya disuruh kirim data diri, ternyata nggak ada kabar selama ini karena tokonya tutup pasca lebaran dan baru beroperasi satu minggu pasca lebaran, jadinya si pembuat kuis juga nggak bisa ngasih kabar cepet-cepet.

Setelah saya kirim data diri tersebut, tiga hari kemudian, ada mas-mas pengantar paket yang tereak-tereak di depan pager.
Smartphone Lenovo a316i mendarat dengan mulus depan rumah.
Ini penampakannya :)

Yakin, seyakin-yakinnya waktu itu saya seneng banget!

Rasa senengnya itu kek ditembak si.. *ah sudahlah* seneng pake banget, kayak lulus unas dengan nilai paling baik disekolah tanpa bocoran, kayak senengnya murid-murid yang ditinggal guru rapat, mungkin juga kayak mantan lo putus ama pacarnya trus balik lagi ke elo dan juga kayak lo bisa kentut pasca operasi-_- #alay *masih adakah makhluk seperti ini di dunia yang fana ini?*
Haha, pokoknya seneng banget! :D

Haha, begitulah cerita saya beberapa bulan yang lalu. Dan saat ini baru sempet nulis cerita ini di blog soalnya masih belajar buka kunci hapenya.

Saya ucapkan, tengkyuuuuu yang sudah membaca. Sekedar komen, tanya-tanya, atau menyampaikan kritik dan saran bisa ditulis di comment box dibawah ini yah. See ya on next post *lambai-lambai empat jari*

Wassalamu’alaikum wr wb.

Minggu, 21 September 2014

Sesi Curhat: 'Pernah'


Pernah itu dulu, dan sekarang sudah tidak berlaku.

Halo, postingan kali ini saya akan mengupas lebih dalam lagi kata-kata yang menjadi judul diatas itu lebih tajam lagi setajam silet *ala Feni Mawar (baca: Rose)*

Gini ceritanya *Jeng jeng*

Yah, kata-kata itu pernah kubaca dalam suatu tulisan, entahlah aku lupa dimana aku membacanya. Tapi, satu hal yang terpenting adalah kata-kata itu sangat melekat dalam benakku. Dan kali ini akan kukembangkan lagi menurut ide dan cara pandang ala Intan Krusita Wati #Uhuk.

Hi, kamu! iyaaa, kamuuu *ala Dodit stand up comedy season 4* #SalahGaul, abaikan.

Hmm, setelah aku membaca tulisan seperti itu aku jadi ingat kamu. Seseorang yang pernah tanpa sengaja masuk dalam duniaku, mengisi kekosongannya dan akhirnya pergi dan mengembalikannya ke keadaan semula. Seperti itu. Sendiri. Kosong. Hampa.

Aku baru paham, makna sebenarnya. Yah, tulisan itu benar. Kamu adalah contoh konkritnya. Kamu PERNAH menjadi kepingan episode dalam cerita hidupku. Pernah, yang berarti sekarang sudah tidak lagi. Aku tahu akan hal itu, tapi entah mengapa aku tidak memahaminya selama ini. Sampai sekarang, sampai aku menemukan kata-kata itu dan teringat lagi padamu.

Aku PERNAH mencintaimu. Pernah? Apakah sekarang sudah tidak lagi? Entahlah, aku juga tidak tahu. Rasa itu terlanjur tenggelam bersama puing masa lalu, bersamamu *asik kan bahasanya? Keren gitu yaa* Aku PERNAH menjadi temanmu, menjadi bagian dari hidupmu, dan menjadi serpihan kisah perjalanan panjang hidupmu *kurang dramatis apalagi saya ini?* Hahaha.

Kau pernah masuk dalam duniaku, dunia yang tak banyak orang tau. Kau masuk memahaminya dan menorehkan kisah yang indah. Kau, satu-satunya orang yang melihat kesendirianku dalam gelap, dalam senja kala itu.

Tapi mengapa kau seolah menjadikan semua itu seperti kau hanya tinggal sementara. Tinggal? Oh, aku salah. Bahkan kau tak pernah benar-benar tinggal. Kau hanya makhluk yang dikirimkan Tuhan sebagai penghibur dan warna dihidupku yang abu-abu. Hanya seperti itu. Dan setelah kau tahu bahwa hidupku baik-baik saja, kau lantas pergi, mencari hati lain yang buram lantas kau mengubahnya sepertiku. Seperti itu saja sesuatu yang kutahu darimu.

Saat ini semua sudah tidak berlaku, kau akan tetap menjadi orang yang pernah ada, bukan orang yang tinggal. Aku tak pernah menyesal pernah mengenalmu, masuk dalam duniamu dan melewatkan beberapa ribu detik waktuku untuk bersamamu.

Aku hanya berharap dapat kembali bertemu denganmu, bukan hanya pernah, tapi tinggal. Yah, tinggal dihatimu lebih lama lagi.


Terima kasih,
Orang yang PERNAH mengenalmu :’)